Senin, 28 Maret 2011 WIB
|
1899 kali
| Kategori: Konsultasi Pangan

Pak Sugi, kadang saat makan daging ayam masih terlihat darahnya, mungkin karena proses memasak yang kurang matang. Apakah haram mengonsumsi daging ayam seperti itu?
Ina, via SMS
Jawaban
Daging ayam atau daging sapi secara normal memang masih mengandung darah. Hal ini tidak bisa dihindari meskipun pada saat penyembelihan sebagian besar darah telah dikeluarkan. Darah yang masih terdapat pada daging ayam tidak menyebabkannya haram dikonsumsi. Meskipun masih mengandung darah, daging ayam halal dikonsumsi proses penyembelihannya sesuai dengan syariat Islam.
Disarankan untuk mengonsumsi daging ayam yang telah matang seluruhnya. Jika memasak, usahakan memasak daging ayam sampai seluruh bagiannya (termasuk bagian dalam) matang seluruhnya. Hal ini untuk mengurangi risiko adanya mikroba atau virus penyebab penyakit.
Santan Siap Pakai
Pak, apakah santan dalam kemasan menggunakan bahan pengawet? Berbahayakah jika kita sering mengonsumsinya?
Halimah Farida, via SMS
Jawaban
Produk santan dalam kemasan dibuat dari santan kelapa dan bahan penstabil (pengental). Bahan penstabil ditambahkan untuk mencegah bagian minyak memisah dari santan dan agar santan menjadi lebih kental. Bahan pengawet tidak digunakan dalam pembuatan santan ini. Produk santan dalam kemasan kondisinya steril sehingga tahan lama atau awet disimpan meskipun tanpa bahan pengawet. Produk ini awet karena dipanaskan melalui proses sterilisasi sehingga semua mikroba pembusuk dan penyebab penyakit mati serta enzim menjadi tidak aktif. Jadi awetnya bukan karena ditambahkan bahan pengawet.
Perlu diketahui, setelah kemasan dibuka, maka produk tidak lagi steril. Dan, jika sisa santan disimpan pada suhu ruang, akan mengalami kerusakan. Karena itu, simpan dalam kulkas.
Mengonsumsi santan dalam kemasan tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, bagi orang yang membatasi konsumsi lemak, maka konsumsi santan juga harus dibatasi karena kadar lemaknya cukup tinggi.