Afwan Riyadi, Fini Zulbahri : Bingkai Pribadi Anak dengan Islam

Senin, 07 Maret 2011 WIB |
964 kali | Kategori: Cover Story


          Pecinta kelompok nasyid Izzatul Islam (Izzis) pasti familiar dengan sosok Afwan Riyadi (34). Ya, kali ini ia sekeluarga menjadi sampul depan Ummi sekaligus berbagi pengalaman serunya menjadi ayah.

          “Saya berhenti jadi karyawan sejak anak pertama berusia tiga bulan,” ujar pria yang kini aktif berwirausaha di bidang properti. Alasannya sederhana, ia tak ingin menyia-nyiakan tumbuh kembang buah hatinya. Afwan pun berupaya menjadi sahabat untuk mereka.

          Kedekatan ayah-anak ini terlihat di lokasi pemotretan. Ketiga anak Afwan yang antusias ingin menyaksikan orangtuanya difoto, kerap memeluk dan mencium abinya itu.

          “Alhamdulillah, tiap pagi saya masih sempat membantu mereka mempersiapkan diri sebelum berangkat sekolah, membacakan cerita sebelum tidur,” kata Afwan yang tengah menyiapkan konser Izzis pada Januari ini.

          Tak heran, ia fasih mengungkap karakter ketiga anaknya. “Wafa (8) sukanya ke bidang akademis. Dia juga suka menulis, buat cerpen, cuma tulisannya belum kita bawa ke penerbit. Rafah (5) suka hal yang terlihat besar dan kekar, seperti kereta api. Dulu, wisata sama dia cukup dengan naik kereta dari Stasiun Depok ke Kota, kembali lagi ke Depok,” katanya. Sementara si bungsu, Afifah (3), peniru ulung. Maka ia dan istri berupaya berperilaku baik agar menjadi contoh buat Afifah.

          Lalu, siapa yang mengajarkan mereka tentang agama? Afwan malah tersenyum. Pantas, untuk urusan ini, istri tercintalah yang lebih banyak berperan. “Kami berdua pada dasarnya memang banyak perbedaan,” aku Fini Zulbahri.

          Afwan, misalnya, cenderung berprinsip let it flow—bagaimana nanti. Sementara, Fini lebih suka berkonsep dan punya target. “Sejak menikah, saya sudah punya keinginan, kelak anak saya hafidz Al-Qur'an,” kata perempuan kelahiran 1977 itu.

          Siapa sangka, perbedaan ini membuat mereka bisa saling melengkapi. Terutama dalam hal mengurus anak yang masing-masing memiliki kepribadian unik dan khas. Contoh, saat si sulung ingin jadi penulis, Afwan pembimbingnya. “Saya tidak tahu banyak tentang profesi penulis. Jadi, ayahnya yang ambil alih. Sementara untuk urusan mengaji, hafalan Al-Qur'an, saya yang banyak berperan. Terlebih, saya lulusan Bahasa Arab,” papar Fini yang memilih mengenalkan iqra sejak dini ketimbang alfabet kepada anal-anaknya. 

          Nah, meski mengaku berbeda, pasangan ini punya satu persamaan. Mereka ingin membingkai kehidupan buah hati mereka dengan konsep Islam. “Kalau dalam pribadi anak-anak sudah terbingkai konsep Islam, ke depannya mereka mau apa, kami sudah tenang,” terang Fini.

          Afwan menambahkan satu keinginan, mandiri. “Ilmu di sekolah tidak akan banyak berguna kalau mentalnya tidak kuat, apalagi kehidupan di masa mendatang makin kompleks,” tandasnya.

          Pada akhirnya, harapan Afwan dan Fini bermuara pada satu mimpi. Ketiga buah kasihnya itu kelak menjadi investasi mereka di akhirat. Insya Allah. Ratna Kartika


Redaksi Ummi-Online.com.
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com
Kontak Kami | Info Berlangganan | Info Iklan | Daftar Agen | Facebook | Twitter