Melihat fenomena korupsi yang merajalela, saya jadi bertanya-tanya, apa ya yang menyebabkan para koruptor melakukan itu? Bukankah Allah sudah mengatakan dalam firman-Nya di surat Al-Muthaffifin (83) ayat 1-3, “Celakalah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."
Apakah mungkin karena faktor ekonomi? Kemiskinan yang menjerat terkadang menggelapkan mata. Namun, kenapa koruptor yang disorot media itu kebanyakan kalangan pejabat yang memiliki penghasilan jauh melebihi rakyat biasa? Secara materi mereka tidak tergolong miskin, namun yang jelas mereka miskin mental. Sebab, mereka merampas sesuatu yang bukan haknya dan itu merugikan orang banyak.
Bisa jadi karena adanya aktor pendukung. Mungkinkah aktor itu adalah istri? Bukankah pengaruh dari orang terdekat sangat melenakan? Banyak pejabat yang berasal dari orang biasa. Begitu menjabat otomatis mereka naik kelas dan harus mengikuti pola hidup konsumtif dan hedonis. Mereka mengejar dunia, prestise, gaya hidup, dan bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh sesuatu.
Istri yang kurang iman dan ilmu, tentu mudah tergiur dengan kemewahan yang menyergap secara tiba-tiba. Kesehariannya berubah. Istri kini dihadapkan dengan barang-barang limited edition yang harganya selangit, produk ini itu, perawatan ini itu, plesiran ke negara ini itu dan lainnya. Tentu semua itu memaksa suami mencarikan dana, sekalipun dengan tidak halal.
Seorang istri jelas memiliki peran yang tidak kecil. Ibarat gas dan rem dalam mobil, istri seharusnya bisa menjadi gas dan rem bagi suami. Saat menjadi gas, ia mendorong dan mendukung suami untuk maju, mengembangkan potensi, mendampingi suami keluar dari jerat kemiskinan dengan cara-cara yang baik.
Ketika menjadi rem, istri harus memiliki kampas rem yang kuat, pakem. Kampas rem itu adalah keimanan, keteguhan sikap, dan keyakinan yang tebal. Suami diterima apa adanya. Ia tahu Allah akan menepati janji, ia yakin Allah tidak melihat hamba-Nya dari kekayaan dan kemewahan yang melainkan ketakwaannya, dan ia percaya penghasilan yang diperoleh secara jelas kehalalannya akan membawa keberkahan bagi suami, diri, dan keluarganya.
Jika para istri mampu berperan sebagai gas dan rem dengan sebaik-baiknya bagi suami dan keluarga, perilaku curang atau korupsi pasti dapat dihindari. Ayo, Bu, kita jadi gas dan rem cantik yang bikin ‘kendaraan’ suami sampai pada tujuan yang baik!
Iis Isti’anah, S.Kep, Ns
Karyawati Swasta, Cirebon
Hadits Arba’in Nomor 26, Bagian Kedua
Di antara kandungan ...
Dokter, bagaimana cara mengatasi kuku jempol kaki saya yang selalu tumbuh ...
Assalamualaikum, Dok, apa sih ciri-ciri awal terserang kanker kulit? Apakah ini ...
Assalamualaikum
Dok, bagaimana cara menghilangkan kantung di bawah mata yang menghitam? ...
Assalamu’alaikum,
Dokter Inong, anak gadis saya yang berusia 12 tahun mempunyai bentuk ...
oleh Ahmad Kusyairi Suhail
"..Dan pergaulilah istri-istri dengan baik ...





Pengunjung hari ini : 196
Total pengunjung : 77709
Hits hari ini : 550
Total Hits : 267520
Pengunjung Online: 4Copyright Ummi-Online.com - 1 Januari 2010 / 14 Muharam 1431 H - All rights reserved