Majalah Ummi Digital - Ummi: Identitas Wanita Islami

Senin, 03 Mei 2010 - 11:05:46 WIB
Gas dan Rem Cantik untuk Suami
Edisi : No.10 Tahun XXI | Rubrik: Dunia Wanita | Dibaca: 631 kali

Melihat fenomena korupsi yang merajalela, saya jadi bertanya-tanya, apa ya yang menyebabkan para koruptor melakukan itu? Bukankah Allah sudah mengatakan dalam firman-Nya di surat Al-Muthaffifin (83) ayat 1-3, “Celakalah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."

Apakah mungkin karena faktor ekonomi? Kemiskinan yang menjerat terkadang menggelapkan mata. Namun, kenapa koruptor yang disorot media itu kebanyakan kalangan pejabat yang memiliki penghasilan jauh melebihi rakyat biasa? Secara materi mereka tidak tergolong miskin, namun yang jelas mereka miskin mental. Sebab, mereka merampas sesuatu yang bukan haknya dan itu merugikan orang banyak.

Bisa jadi karena adanya aktor pendukung. Mungkinkah aktor itu adalah istri? Bukankah pengaruh dari orang terdekat sangat melenakan? Banyak pejabat yang berasal dari orang biasa. Begitu menjabat otomatis mereka naik kelas dan harus mengikuti pola hidup konsumtif dan hedonis. Mereka mengejar dunia, prestise, gaya hidup, dan bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh sesuatu.

Istri yang kurang iman dan ilmu, tentu mudah tergiur dengan kemewahan yang menyergap secara tiba-tiba. Kesehariannya berubah. Istri kini dihadapkan dengan barang-barang limited edition yang harganya selangit, produk ini itu, perawatan ini itu, plesiran ke negara ini itu dan lainnya. Tentu semua itu memaksa suami mencarikan dana, sekalipun dengan tidak halal.

Seorang istri jelas memiliki peran yang tidak kecil. Ibarat gas dan rem dalam mobil, istri seharusnya bisa menjadi gas dan rem bagi suami. Saat menjadi gas, ia mendorong dan mendukung suami untuk maju, mengembangkan potensi, mendampingi suami keluar dari jerat kemiskinan dengan cara-cara yang baik.

Ketika menjadi rem, istri harus memiliki kampas rem yang kuat, pakem. Kampas rem itu adalah keimanan, keteguhan sikap, dan keyakinan yang tebal. Suami diterima apa adanya. Ia tahu Allah akan menepati janji, ia yakin Allah tidak melihat hamba-Nya dari kekayaan dan kemewahan yang melainkan ketakwaannya, dan ia percaya penghasilan yang diperoleh secara jelas kehalalannya akan membawa keberkahan bagi suami, diri, dan keluarganya.

Jika para istri mampu berperan sebagai gas dan rem dengan sebaik-baiknya bagi suami dan keluarga, perilaku curang atau korupsi pasti dapat dihindari. Ayo, Bu, kita jadi gas dan rem cantik yang bikin ‘kendaraan’ suami sampai pada tujuan yang baik!

Iis Isti’anah, S.Kep, Ns

Karyawati Swasta, Cirebon


Buat link artikel ini pada:

Artikel Sebelumnya
1 Komentar :

siti maesaroh
21 Mei 2010 - 08:37:07 WIB

suka n memang harus begitu menjadi seorang istri, ketika diberi rezaki berlebih janganlah lantas menjadi orang yang konsumtif dan harus pandai memilah-milah kebutuhan yang prioritas atau sekedar keinginan haati.
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)