Majalah Ummi Digital - Ummi: Identitas Wanita Islami

Kamis, 31 Desember 2009 - 11:15:57 WIB
Berbahayakah Sulap dan Hipnotis di Layar Kaca Kita?
Edisi : No.6 Tahun XXI | Rubrik: Media dan Kita | Dibaca: 1136 kali

oleh Nina Mutmainnah Armando

Limbad sekarang sedang naik daun. Pesulap pria yang berpenampilan penuh misteri ini (rambut keriting panjang acak-acakan, mata dengan eyeliner tebal menatap tajam, dalam tiap aksinya tak pernah bersuara, selalu membawa burung hantu) muncul di banyak acara. Terakhir, pada acara peringatan ulang tahun RCTI, ia membuat pertunjukan spektakuler dengan tampil terjun dari ketinggian 20 meter tanpa bantuan alat.

Limbad adalah salah satu kontestan dalam acara pencarian bakat pesulap ”The Master” di RCTI. Dalam salah satu penampilannya yang heboh di acara tersebut, Limbad pernah menunjukkan aksi digilas buldoser. Sebagaimana pesulap lain pada umumnya, ia selamat tak kurang suatu apa.

Aksinya selain heboh juga dapat mengerikan. Ia misalnya pernah membuat pertunjukan yang membuat kita bergidik ngeri dalam sebuah acara musik di RCTI. Dalam aksi itu ia mengiris-iris tangannya dengan pisau tajam dan kemudian memotong lidahnya. Ada darah yang keluar? Tidak tentu saja, walau ketajaman pisau telah ditunjukkan sebelumnya—pisau yang sama sebelumnya digunakan untuk memotong-motong wortel.

Kamera secara close-up mengambil gambar Limbad itu. Penonton bisa melihat dengan sangat jelas bagaimana pisau mengiris tangan dan lidahnya. Di layar kaca tertulis: ”Jangan meniru adegan ini”.

Pertunjukan sulap memang seru. Sebenarnya sulap adalah aksi menipu mata penonton. Serunya juga, penonton seolah merasa ada “kekuatan lain” yang membantu si pesulap. Padahal, aksi sulap semua masuk akal dan logis.

Limbad, pesulap yang menganut aliran fakir, yang konon merupakan salah satu aliran magic terkuno, menampilkan aksi yang bisa jadi memang memikat. Namun, ada masalah tersendiri yang berpotensi muncul dari pertunjukan yang tampak memukau itu.

Penonton TV, terutama yang tidak kritis (biasanya anak-anak), bisa saja melakukan imitasi atau peniruan terhadap aksi-aksi para pesulap. Sebagaimana tontonan TV lainnya yang berpotensi untuk ditiru anak-anak, maka aksi sulap pun tak lepas dari kemungkinan ini.

Apalagi, aksi sulap sebagaimana yang dipertunjukkan Limbad atau Deddy Corbuzier (pesulap atau ilusionis yang sudah lebih dulu terkenal) selalu tampak spektakuler karena ditingkahi oleh ulah penonton yang selalu memberikan dukungan meriah. Para pesulap ini menjadi tampak sangatlah hebat.

Bagaimana tidak “hebat”?! Lihatlah aksi Damien, ilusionis terkenal lainnya. Pada Juli lalu ia muncul dengan aksi mencengangkan tapi juga membahayakan. Ia menelan benang dan kemudian mengeluarkan benang itu dari mata! Ia tampak agak kewalahan melakukan aksinya: ia seperti ingin muntah saat menelan dan kemudian matanya berair saat mengeluarkan benang.

Bayangkanlah jika aksi semacam itu ditiru oleh anak-anak!

***

Selain sulap, aksi lain yang menjadi “kembaran”-nya adalah hipnotis. Pertunjukan hipnotis kini mulai banyak di layar kaca kita. Yang terkenal misalnya aksi Romy Rafael dan Uya Kuya.

Pada aksi Uya (bisa dilihat di acara “Uya Memang Kuya” di SCTV tiap Sabtu dan Minggu jam 17.30), Uya mengerjai “korbannya”. Saat dihipnotis, si “korban” bisa bicara apa pun dari hatinya yang terdalam dan itu sesungguhnya bisa berarti memalukan dirinya sendiri dan orang-orang lain. Misalnya, dalam sebuah aksi, saat dihipnotis seorang menantu membeberkan kebenciannya kepada ibu mertuanya dan berbicara tentang keburukan sang ibu mertua. Dalam tayangan lain, seorang manajer berbicara tentang staf di kantor yang paling dibencinya dan diceritakanlah kejelekan sifat orang tersebut.

Tayangan semacam ini mengundang masalah dilihat dari segi etika serta norma kesantunan dan kepatutan. Namun, bukan hanya itu, tontonan hipnotis berpotensi menimbulkan efek negatif.

Sebagaimana sulap, hipnotis adalah hal yang dapat dipelajari. Tak perlu susah-susah masuk kursus atau sekolah, artikel tentang belajar hipnotis dengan mudah dapat ditemukan di internet. Dan kita tahu, hipnotis bisa dilakukan untuk tujuan apapun.

Apa yang mengkhawatirkan dari tayangan hipnotis? Tontonan demikian berpotensi untuk menginspirasi orang untuk melakukan hipnotis demi tujuan-tujuan yang tidak sehat alias jahat. Ada banyak berita tentang bagaimana orang merampok dengan cara menghipnotis. Dan kini, dengan makin banyaknya tayangan hipnotis, orang kembali seperti diingatkan bahwa hipnotis memang cara mudah untuk membuat orang lain tidak berdaya dan menuruti segala keinginan si penghipnotis.

***

Dengan segala kemungkinan efek negatifnya tersebut, maka penting sekali bagi kita semua untuk melakukan pendampingan saat anak-anak kita (baik yang sudah besar, apalagi yang masih kecil) menonton acara-acara semacam ini. Pada anak yang lebih besar kita dapat berdiskusi tentang kemungkinan dampak negatif sulap dan hipnotis agar anak-anak menyadari dan tidak semata-mata terpukau dengan aksi si pesulap atau si penghipnotis.

Khusus untuk hipnotis, sebelum aksi semacam ini meruak lebih banyak di layar kaca kita, ada baiknya kita sebagai anggota masyarakat melakukan aksi untuk meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan stasiun TV untuk menghentikan tontonan ini lebih banyak lagi. Makin banyak dan sering sebuah tayangan muncul, makin mungkin orang terkena pengaruh. Jadi, untuk tidak menimbulkan mudarat yang lebih besar, baik sekali jika masyarakat melakukan aksi ini. Kepada KPI, permintaan masyarakat dapat ditujukan melalui situs www.kpi.go.id atau sms 081213070000.

Yang kita inginkan dari televisi adalah tontonan yang membawa kebaikan bagi kita semua. Yuk, kita sebagai anggota masyarakat dapat membantu untuk melakukan sesuatu agar wajah TV kita semakin baik.


Buat link artikel ini pada:

Artikel Sebelumnya
    2 Komentar :

    henissa
    22 April 2010 - 12:48:03 WIB

    seharusnya kpi memang lebih tegas untuk menindak acara2 yg tdk membawa dampak positif
    adhy
    26 April 2010 - 15:52:35 WIB

    menyediakan jasa perpajakan,pembukuan .hub adhy purnama 081584995607.harga nego
    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar :
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

    Iklan

    Ummi Terbaru

    Majalah Ummi di Facebook

    ShoutMix chat widget
    Pengunjung

    216187

    Pengunjung hari ini : 144
    Total pengunjung : 61963

    Hits hari ini : 411
    Total Hits : 216187

    Pengunjung Online: 7