Majalah Ummi Digital - Ummi: Identitas Wanita Islami

Senin, 01 Maret 2010 - 13:54:45 WIB
Daripada Dikira Kawin Lagi
Edisi : No.8 Tahun XXI | Rubrik: Obrolan | Dibaca: 305 kali

"Pantesnya apa ya, Pak, kadonya?"

"Lho, kok baru tanya, kan sudah Ibu bungkus."

"He-he, iya, boleh kan basa-basi, meski udah terlambat, he-he."

Di ruang tamu terdengar suara kresek-kresek, Bu Rahmat sedang membungkus kado. Baru saja musim kondangan kawinan selesai, kini muncul musim baru, yang masih berhubungan dengan “akibat” banyaknya pasangan yang ke penghulu, yakni musim lahiran.

"Jangan kebanyakan basa-basi... nanti basi kayak tempe kiriman Bu Hari," sindir Pak Rahmat.

Pintu diketuk, dan terdengar salam dengan nada dan karakter yang sukar didefinisikan, bahkan oleh software penganalisis suara, yang mungkin sudah dimiliki oleh institusi penegak hukum negeri kita. Itulah Bu Hari. Muncul dia di ruang tamu, menenteng tas plastik hitam berisi kotak yang terbungkus kertas kado warna pink.

"Bayinya perempuan. Jadi, saya bungkus pakai kertas kado warna pink," lapor Bu Hari sebelum ditanya oleh Pak Rahmat dan Bu Rahmat—dan pembaca.

"Warna pink itu kan cocok tho buat anak perempuan? Ya tho? Ya tho?"

"Iya, cocok banget. Wah, hebat juga, Bu Hari kok tahu sih warna pink itu cocok buat anak cewek?" Bu Rahmat suka melihat ekpresi wajah tetangganya itu kalau sedang dipuji, dan efek setelah pujian itu. Beberapa waktu lalu, gara-gara Bu Rahmat memuji semur tempe bikinannya, selama tiga hari berturut-turut, ia mendapat kiriman semur tempe ala Bu Hari.

Pak Rahmat cuma bisa menarik napas dan geleng kepala menyaksikan dua ibu-ibu itu.

Oh ya, Dik Didi kan enggak jadi operasi caesar, kan?”

Lho, memangnya tadinya mau dioperasi caesar segala?” tanya Pak Rahmat.

Ndak jadi di-caesar, Bu Rahmat, tapi melahirkannya tetap di Rumah Sakit Mitra Hartawan, kelas VVIP,” kata Bu Hari dengan mantap, terutama waktu bilang “Pi-Pi-aip-pi”.

Kalau yang Ibu denger sih, memang bukan mau di-caesar, Pak. Suami Dik Didi membawanya melahirkan ke rumah sakit yang bagus itu karena mau jaga-jaga aja. Hmm, baik banget ya suaminya?”

Iya, namanya suami, ya harus gitu dong,” timpal Bu Hari cepat.

Lho, lho, kan di sini banyak bidan dan dukun bayi berpengalaman. Kita semua juga lahir selamat berkat jasa mereka juga. Sepanjang ndak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan selama kehamilan, ya saya kira ndak perlu khawatir dan memaksakan diri ke rumah sakit berkelas.”

Huh, dasar laki-laki! Jadi begini, sebetulnya memang saya dan ibu-ibu RT 2 sini yang mempropo... propo... pokoknya yang manas-manasi supaya Dik Didi dibawa ke rumah sakit aja.”

Manas-manasi gimana sih, Bu Hari?”

Lho, sekarang kan udah ada rumah sakit bagus. Nah, sebagai bukti kalau suami sayang istri, ya suami harus bawa dong istrinya ke rumah sakit yang bagus, bukan ke bidan atau dukun beranak.”

Tapi, Bu...” Pak Rahmat hampir berhasil menyela.

Kalau ndak mau, huh, itu hanya taktik kaum laki-laki. Kalau istri sakit, sengaja ndak buru-buru dibawa ke dokter. Istri mau melahirkan, juga ndak langsung dibawa ke rumah sakit yang bagus. Enak aja. Gimana kalau dibawa ke bidan terus ternyata terjadi apa-apa? Huh, malah jadi kesempatan. Kalau istri meninggal dunia, itu si suami sebentar juga kawin lagi.”

Bu Hari omong gitu?”

Ya, iya.”

Ck, ck, ck...”

Akhirnya Dik Didi dibawa ke rumah sakit, sesuai dengan anjuran ibu-ibu sini. Kata Dik Didi sih, suaminya itu menggerutu. Begini katanya, 'Ibu-ibu sekarang belagu. Dikit-dikit ke dokter yang terkenal. Kalau melahirkan maunya ke Rumah Sakit Mitra Hartawan. Alasannya, kalau di bidan bisa mati, entar keenakan suaminya deh kawin lagi. Akhirnya, daripada disangka 'membunuh' istri dan mau kawin lagi, ya Mitra Hartawan, Mitra Hartawan deh, caesar, caesar deh.' Begitu ceritanya.”

Pak Rahmat geleng-geleng lagi. Bu Rahmat terpana sambil memegang kadonya seperti memegang nampan berisi gelas penuh minuman.

Agus Budiman


Buat link artikel ini pada:

Artikel Sebelumnya
0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Iklan

Ummi Terbaru

Majalah Ummi di Facebook

ShoutMix chat widget
Pengunjung

216180

Pengunjung hari ini : 144
Total pengunjung : 61963

Hits hari ini : 404
Total Hits : 216180

Pengunjung Online: 8