Pak Gozali, saya dimodali teman untuk membuka usaha warnet. Saya belum mengetahui bagaimana bisnis warnet ini dan bagaimana mengelola keuangannya. Mohon penjelasan Bapak.
Ika, via SMS
Jawaban
Usaha warnet sangat menjanjikan jika lokasi dan pasarnya tepat. Anda bisa mengincar lokasi yang dekat dengan kampus, sekolah, pemukiman, atau di tempat umum seperti mal. Usahanya bisa warnet murni saja, pasarnya adalah mahasiswa yang mencari data. Ditambah dengan game online, biasanya untuk anak muda di pemukiman, tapi harus menggunakan perangkat komputer yang lebih canggih. Atau warnet itu juga dilengkapi dengan sarana print, jilid, dan keperluan ATK (Alat Tulis Kantor) lainnya. Hal itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasarnya.
Pengelolaan keuangan dari bisnis warnet ini juga tidak terlalu sulit, karena hampir semua biaya dikeluarkan di awal saja. Sedangkan untuk operasional rutin cenderung fixed dan tidak perlu mengatur stok seperti usaha perdagangan. Biaya rutinnya meliputi gaji karyawan, listrik, dan sewa broadband internet. Tapi jangan lupa menyisihkan keuntungan untuk pemeliharaan. Misalnya untuk membeli mouse kalau sudah rusak, atau untuk servis komputer jika ada masalah.
Kuncinya terletak pada tingkat kunjungan konsumen yang optimal. Karena berapa pun konsumen yang masuk, biaya operasionalnya cenderung sama saja.
Ingin Beli Mobil
Pak, saya ingin membeli mobil, tapi keuangan saya belum memungkinkan untuk membeli secara cash. Mana yang lebih baik, kredit langsung di dealer atau meminjam uang di bank untuk membeli mobil di dealer?
Lisa, via SMS
Jawaban
Ada dua sumber pembiayaan untuk pembelian mobil, yaitu pembiayaan dari lembaga leasing dan pembiayaan dari bank. Mungkin yang Ibu maksud dengan kredit langsung di dealer adalah kredit melalui lembaga leasing yang bekerja sama dengan dealer. Karena dealer sendiri hanyalah sebagai penjual dan tidak memberikan kredit.
Kelebihan dari kredit mobil pada leasing, terutama yang sudah bekerja sama dengan dealer, adalah urusan administrasinya yang lebih mudah karena mereka sudah menjalin kerja sama. Selain itu, perusahaan leasing juga punya proses administrasi yang lebih ringkas dan biasanya lebih cepat daripada bank.
Tapi kalau bicara soal biaya-biaya, termasuk bunga untuk bank konvensional atau margin di bank syariah, biasanya sih bank akan lebih murah. Karena bank bisa langsung mendapat sumber modal dari masyarakat yang menabung. Sedangkan perusahaan leasing biasanya pinjam modal juga dari bank. Jadi logikanya, bank tentu lebih murah. Tapi yang namanya bank bukan hanya memberikan kredit mobil saja dan prosedur di bank juga lebih kompleks sehingga prosesnya mungkin makan waktu lebih lama (bisa beberapa hari) dibandingkan leasing (1-2 hari).
Tapi, untuk mencicil mobil lewat bank, juga terdapat 2 cara. Pertama, adalah dengan mengajukan kredit kepemilikan kendaraan, di mana BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) langsung diserahkan pada bank sebagai agunan. Kedua, kredit multiguna yang diterima dalam bentuk uang tunai dan biasanya tanpa agunan. Uang tersebut lalu kita belikan mobil. Untuk opsi yang kedua ini jelas lebih mahal dibanding opsi yang pertama, bahkan mungkin lebih mahal daripada kredit ke perusahaan leasing.
Saran saya sih, kalau Anda tidak terlalu terburu-buru, apalagi kalau mobilnya juga harus indent, tidak ada salahnya mencoba mengajukan kredit mobil ke bank terlebih dahulu. Lalu bandingkan dengan cicilan di perusahaan leasing. Tapi ingat ya, baiknya mengajukan kredit kepemilikan mobil, jangan mengambil kredit tunai lalu uangnya dipakai untuk beli mobil karena akan lebih mahal.
Harga Kredit dan Kontan
Pak, bagaimana hukumnya menjual barang dengan membedakan harga kredit dan harga kontan? Lalu bagaimana membedakan kedua harga tersebut agar sama-sama menguntungkan?
Indana, via SMS
Jawaban
Membedakan antara penawaran harga kredit dengan harga kontan adalah sah dan diperbolehkan, asalkan ketika bertransaksi, harga yang disepakati satu saja. Misalnya, Mbak Indana menawarkan kerudung dengan harga Rp100 ribu jika dibayar kontan, atau Rp200 ribu jika dicicil dengan 10 kali bayar. Saat melakukan transaksi itu, penjual dan konsumen harus sudah sepakat apakah akan dibayar tunai Rp100 ribu, atau akan mencicil dengan harga total Rp200 ribu.
Untuk mengkalkulasi harga cicilan, ada dua cara yang bisa diterapkan. Pertama, kita bisa berkaca dari kompetitor bisnis, misalnya saja toko kredit elektronik/furniture yang menghitung harga kredit dengan cara menambahkan unsur bunga sekian persen per bulan. Kita tentu tidak menerapkan bunganya, tapi kita menjadikan perhitungan mereka sebagai tolak ukur. Misalnya, kita jual dengan harga lebih rendah, sama, atau sedikit lebih tinggi dari mereka.
Salah satu cara lain untuk menentukan harga cicilan adalah dengan membuat permisalan atau pengandaian. Kalau konsumen membayar lunas, lalu uangnya langsung kita belanjakan lagi untuk modal, kemudian dijual lagi dengan tunai. Kira-kira dalam periode cicilan tersebut, berapa keuntungan yang dapat kita peroleh. Nah, besarnya keuntungan tersebut kita bebankan semua pada konsumen yang mencicil tadi.
Dokter, bagaimana cara mengatasi kuku jempol kaki saya yang selalu tumbuh ...
oleh Ahmad Kusyairi Suhail
"..Dan pergaulilah istri-istri dengan baik ...
Hadits Arba’in Nomor 26, Bagian Kedua
Di antara kandungan ...
Dulu tak banyak orang yang tahu apa manfaat dari mengonsumsi serat. Tetapi kini, serat menjadi ...
Dengan segala kelebihannya dibanding anak-anak lain – seperti memiliki ...
Bu, seorang teman saya yang seorang janda telah menikah lagi dengan seorang duda. ...





Pengunjung hari ini : 91
Total pengunjung : 15185
Hits hari ini : 249
Total Hits : 54512
Pengunjung Online: 2Copyright Ummi-Online.com - 1 Januari 2010 / 14 Muharam 1431 H - All rights reserved