Musim mudik Idul Fitri sudah berlalu. Musim eksibisi hasil kerja selama menjadi perantau di Jakarta pun sudah reda. Karena semakin bertambah hari setelah Lebaran, semakin melorotlah stamina keuangan warga Padasugih. Tunggu dulu, eksibisi apa ini?
Begini, mulai dua minggu sebelum Lebaran, kepala Pak Rahmat dan beberapa kepala warga Padasugih yang lain, lebih sering geleng-geleng. Bukan geleng karena khusyuk berzikir, atau, apalagi gara-gara hasutan house music.
“Pak, tahu enggak, kemarin jam 10 pagi, ada mobil Jaya Furniture transit di depan rumah kita—eh, rumah kontrakan kita.”
<!-- @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->
“Terus?”
“Terus di atas bak mobil itu ada lemari pakaian dari kayu. Besar, Pak, hampir-hampir bak mobil itu tak bisa memuatnya. Ukirannya juga bagus. Kesannya itu mahal gitu.”
“Yaaa, apa kalau buesar dan buagus itu terus mesti mahal?”
“Ya, yang jelas, masa lebih murah daripada lemari plastik kita itu,” sahut Bu Rahmat cepat sambil melirik ke kamar.
“Hmm, ya deh.”
“Lemari itu pesenan Bu Dati. Diangkut empat orang dari sini, karena mobil tak bisa masuk melewati jalan ke rumahnya.”
Pak Rahmat geleng-geleng dan menyemburkan napas dari dua lubang hidungnya.
“Naaah, terus tadi pagi, waktu Bapak masih ngajar di sekolah—oh ya, jam 10 itu Bapak baca koran atau ngajar di sekolah?”
“Ngajar, Bu, ngajar. ”
“Nah, waktu Bapak ngajar itu, mampir lagi mobil itu di halaman kita. Nurunin spring bed, king size-lah. Kali ini Bu Maryam yang beli. Heran, tetangga kita itu kok kayaknya tiba-tiba pada banyak duit, ya? Padahal buat beli bumbu sehari-hari aja, Ibu lihat mereka sering ngutang.”
Pak Rahmat geleng-geleng lagi. “Hmm, jangan disangka, lho, Bu, orang-orang yang kita sebut keluarga 'tukang' itu tidak punya gengsi,” kata Pak Rahmat seperti pada muridnya. “Tukang tempe, tukang tahu, tukang jahit, tukang sayur, tukang ojek, dan tukang-tukang lainnya yang menyebar ke segala pelosok Jakarta tapi tiap Lebaran kumpul di satu RT di kampung kita ini, diam-diam juga ingin unjuk kesuksesan.”
“Iya, betul juga itu, Pak. Waktu Pak Rasdi yang katanya jadi tukang sayur itu beli TV ukuran raksasa, esoknya si Syahroni yang tukang pasang kancing baju juga beli TV, yang enggak kalah besarnya, mereknya sih mungkin beda.”
“Ya, begitulah. Cara unjuk kesuksesan paling populer selama ini ya, beli-beli barang yang bisa diangkut secara demonstratif begitu dan mencolok gitu.”
“Iya, iya, Ibu masih ingat semua barang baru itu seperti sengaja dipertontonkan waktu kita bertandang maaf-maafan tempo hari.”
Pelahan, atmosfer Lebaran lewat, acara Syawalan (acara adat di pesisir Pantai Utara, dilakukan tujuh hari setelah Idul Fitri) yang ingar-bingar itu juga sudah kelar. Warga kampung yang mencari nafkah di segala pelosok Jakarta sudah berangsur kembali aktif menekuni profesi masing-masing, sambil menyeret satu-dua kerabat untuk sama-sama mencicipi hidup di Ibukota.
Nah, selepas itu, ada musim lain yang menggairahkan warga tertentu, tapi juga memuyengkan sebagian warga yang lain, yakni musim kawin. Atau musim pesta pernikahan, kalau istilah musim kawin terdengar kurang manusiawi dan cenderung agak “hewani”.
“Duit kita sudah habis, Pak. Terutama buat kondangan. Dan kondangan akan makin beruntun minggu-minggu ini. Duh, mau kawin saja kok pada barengan gitu, ya,” kata Bu Rahmat, seolah heran dengan krisis finansial yang sudah sering ia alami. “Gimana ya, tadinya Ibu kira, hidup di kampung itu bisa lebih hemat. Enggak tahunya, ongkos sosialnya itu lho...”
Pak Rahmat geleng-geleng lagi. “Nasibmu, Bu, menikah denganku...” katanya dalam hati. Sebentar kemudian, terduduk ia bertopang dagu. Mata menerawang ke luar jendela.
Hadits Arba’in Nomor 26, Bagian Kedua
Di antara kandungan ...
Dokter, bagaimana cara mengatasi kuku jempol kaki saya yang selalu tumbuh ...
Assalamualaikum, Dok, apa sih ciri-ciri awal terserang kanker kulit? Apakah ini ...
Assalamualaikum
Dok, bagaimana cara menghilangkan kantung di bawah mata yang menghitam? ...
Assalamu’alaikum,
Dokter Inong, anak gadis saya yang berusia 12 tahun mempunyai bentuk ...
oleh Ahmad Kusyairi Suhail
"..Dan pergaulilah istri-istri dengan baik ...





Pengunjung hari ini : 189
Total pengunjung : 77702
Hits hari ini : 513
Total Hits : 267483
Pengunjung Online: 4Copyright Ummi-Online.com - 1 Januari 2010 / 14 Muharam 1431 H - All rights reserved