Senin, 07 Juni 2010 - 11:46:24 WIBBercak Kecokelatan Edisi : No.11 Tahun XXI | Rubrik:
Kecantikan
| Dibaca:
879 kali
Dok, pada kulit tangan saya timbul bercak-bercak kecokelatan. Apakah ini tanda-tanda penuaan dini pada kulit? Padahal usia saya baru 33 tahun. Bagaimana cara mengatasinya?
Wiwik, via sms
Jawaban
Bercak-bercak datar berwarna kecokelatan pada kulit tangan disebut lentigo solaris atau liverspot (dikenal juga dengan solar lentigo). Ya, itu memang penuaan dini karena biasanya bercak ini muncul setelah usia 50 tahun. Tapi jangan khawatir, tidak berbahaya, hanya tidak enak dipandang.
Penyebabnya adalah karena terpajan sinar matahari (mengandung sinar ultraviolet/UV) dalam jangka panjang. Oleh sebab itu munculnya di area kulit yang sering terpajan sinar matahari, seperti pada lengan, dan punggung tangan.
Untuk mengatasinya, coba oleskan krim pencerah kulit relatif aman yang banyak dijual di pasaran, antara lain mengandung vitamin C, bengkoang, AHA (asam alfa hidroksi) konsentrasi rendah, licorice, langsat, dsebagainya. Pakai krim tersebut secara rutin dan terus menerus.
Jangan bosan melakukannya karena hasilnya memang baru didapat dalam panjang. Hal ini penting karena banyak pasien yang tidak sabar, maunya instan, sekali oles langsung memperoleh hasilnya. Bila berkonsultasi ke dokter, dokter akan memberikan obat oles yang mengandung asam retinoat 0,1% ditambah hidrokinon 2% tiap malam dengan pengawasan ketat.
Untuk mencegah bercak muncul lagi, hindari terkena sinar matahari langsung antara pukul 9 pagi sampai 16 sore. Pada area kulit yang terbuka, oleskan krim atau lotion tabir surya/sunscreen/sunblock SPF 15, setengah jam sebelum terpajan. Ulangi setelah berwudhu. Bila berkeringat, oles lagi tiap 2 jam. Alhamdulillah untuk perempuan yang berbusana muslimah, sekali lagi, tidak perlu repot karena baju yang menutup rapat menurut penelitian Australia ternyata bernilai SPF 15-50. Jadi, kita tinggal mengoles tabir surya pada punggung tangan dan wajah.
Selain solar lentigo, jenis lain yang juga bisa muncul adalah keratosis seboroik atau benjolan jinak kulit ari berupa bercak cokelat menonjol dengan permukaan tidak rata. Bila bercak cokelat sedikit menebal dan bersisik, disebut keratosis aktinik. Keadaan ini patut diwaspadai karena berpotensi menjadi kanker kulit. Untuk menentukan jenis mana yang Wiwik derita, sebaiknya periksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat.
Telapak Tangan Kasar
Assalamu‘alaikum,
Dokter, kenapa ya telapak tangan dan telapak kaki saya kasar sekali? Saya jadi malu bila bersalaman. Bagaimana cara menghaluskannya, Dok?
Wassalamu’alaikum.
Kholifah, via SMS
Jawaban
Telapak kaki dan tangan yang sering kasar dan pecah-pecah bisa disebabkan beberapa hal, di antaranya:
· Iritasi dari deterjen sabun atau bahan kimia yang sering dipegang. Iritasi ini bisa terjadi pada semua orang karena memang bahan kimia tersebut terlalu keras bagi kulit manusia. Umumnya terjadi pada orang yang setiap hari bekerja dengan sabun deterjen atau bahan kimia asam atau basa pembersih porselen/lantai.
· Alergi terhadap debu atau bahan yang orang lain tidak apa-apa bila memegangnya, tapi terjadi reaksi pada orang yang kulitnya sensitif. Misalnya ada orang yang alergi pada uang kertas atau logam, tuts piano, dan lain-lain.
· Eksim. Telapak kasar akan kambuh bila penderita dalam keadaan stres emosi maupun fisik (kelelahan). Biasanya pada penderita eksim memiliki riwayat asma paru (bengek) atau bersin alergi atau sinusitis dari ayah, ibu atau keluarga dekat lainnya.
· Penderita hiperhidrosis, yaitu orang yang telapak tangan dan kakinya terus menerus berkeringat banyak bila beraktivitas. Ini penyakit bawaan akibat saraf parasimpatis di tulang belakang terlalu aktif bekerja. Penyebabnya belum diketahui.
· Kekurangan zat gizi atau vitamin dan mineral tertentu. Karena kekurangan asupan gizi atau diet yang terlalu ketat.
Sebaiknya kita cari tahu penyebabnya. Hal ini penting agar penyakit ini bisa dicegah, jarang kambuh, bahkan sembuh. Kalau perlu konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat.
Sementara itu, coba oleskan krim pelembab yang mengandung urea (contohnya Soft U-derm, Carmed), vaselin putih, minyak zaitun, atau pelembab lain yang banyak dijual bebas. Untuk hasil yang baik, sebaiknya oleskan krim pelembab telapak tersebut pada waktu kulit masih dalam keadaan lembab, segera setelah basah. Misalnya setelah mandi, berwudhu, cuci tangan atau kaki.
Jangan lupa, perbanyak minum air putih, minimal 2 liter per hari. Teruslah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, sayuran dan buah-buahan.
Buat link artikel ini pada:
0 Komentar :
Isi Komentar :