Majalah Ummi Digital - Ummi: Identitas Wanita Islami

Senin, 07 Juni 2010 - 11:08:20 WIB
Game dalam Genggaman Anak
Edisi : No.11 Tahun XXI | Rubrik: Media dan Kita | Dibaca: 317 kali

Alat main game apakah yang paling populer di kalangan anak-anak sekarang? Jawabnya: konsol game handheld atau portable game. Sesuai namanya, benda ini mudah dipegang dan dibawa kemana-mana. Jadi, dengan alat ini, siapa pun dapat memainkan game kapan saja dan di mana saja sesukanya.
Benda ini mirip seperti handphone, memiliki layar di tengah dan deretan tombol di kanan kirinya atau di bagian bawahnya. Jari-jemari tinggal memencet tombol-tombol tersebut dan permainan dapat disaksikan di layar.
            Dengan alat ini, tak diperlukan layar TV atau komputer serta kabel. Juga tidak dibutuhkan joy stick. Sebelum memainkannya, pengguna hanya perlu mengisi batere ke dalamnya.
Bagi anak-anak, videogame amat menarik karena memiliki beberapa kelebihan. Game menghibur anak dan bermain game adalah hiburan yang sungguh mengasyikkan. Sifat interaktif game memberi anak peluang untuk melibatkan diri secara emosional di dalamnya. Hasil yang akan diperoleh di akhir permainan ditentukan oleh si pemain.
Tambahan lagi, dengan bermain game, pemain bisa melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan dalam kehidupan nyata. Pemain dalam sekejap bisa menjadi petani, peternak, pemain bola, tentara, pembalap, arsitek, pengelola kebun binatang, dan banyak peran lainnya. Tak mengherankan, videogame menjadi teman dekat banyak anak.
Nah, sekarang, “sahabat” banyak anak ini makin mudah menemani anak karena adanya bentuk-bentuk portable game. Benda ini menjadi favorit dan impian anak-anak yang belum memilikinya. Beberapa jenis portable game yang cukup populer antara Sony PSP, Nintendo DS, Game Boy Advance, Sega Game Gear, dan Nokia N-Gage QD.
            Popularitas konsol game handheld makin meningkat karena benda ini memiliki macam-macam fungsi. Tak sekadar memainkan game, alat ini juga bisa digunakan untuk mendengarkan lagu, browsing internet, dan menyimpan foto. Bagi anak-anak dan remaja, kegiatan-kegiatan itu tentu saja amat menyenangkan!
***
            Bentuk game ini makin mendekatkan anak dengan videogame. Alat permainan yang mudah dibawa kemana-mana ini semakin potensial membuat anak menjadikan bermain game sebagai kegiatan sehari-hari. Sebagaimana handphone, benda ini dapat dimainkan di mana saja dan pada kesempatan apa saja sesuka anak. Artinya, potensi untuk membuat anak menghabiskan waktunya dengan bermain game pun makin besar.
            Sudah banyak diketahui, salah satu efek videogame adalah efek adiksi. Game bisa membuat pemainnya ketagihan, ingin bermain terus, lagi dan lagi. Nah, peluang untuk ketagihan ini makin besar ketika media untuk bermain tersebut berada di tangan anak, yakni dalam bentuk portable game. Setiap kali ada kesempatan memainkannya, karena ketagihan, anak pun akan terus memainkannya. Ini terutama terjadi pada anak-anak yang orangtuanya tidak menerapkan aturan tentang kapan boleh main game.
            Bagi anak-anak, setiap kali ada waktu luang, maka bermain game melalui handheld adalah hal yang mudah sekali untuk dilakukan. Jangan heran, saat di dalam kendaraan, saat menunggu, saat dalam pertemuan keluarga, dan saat apa pun, kita menemukan anak-anak yang asyik bermain konsol game ini. Anak-anak hanya berinteraksi dengan game, tidak berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan keterampilan hubungan sosial anak-anak tersebut.
            Seringnya berinteraksi hanya dengan alat permainan yang ada di genggamannya dan mengabaikan dunia sekitarnya berpotensi mendorong anak memiliki sikap asosial. Padahal, justru di masa kanak-kanak kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya semestinya dikembangkan. Kemampuan bersosialisasi ini akan mengasah kepekaan dan kemampuan kecerdasan emosinya.
            Masalah lainnya datang dari game yang dimainkan anak. Game yang beredar sekarang banyak sekali yang berisi muatan tidak sehat bagi anak. Game kekerasan merajalela, bahkan menjadi jenis game yang amat populer.
Game kekerasan seringkali mendapat label action game atau “game aksi”. Game ini mengangkat aksi para tokoh, baik dalam menghadapi musuh, peperangan, maupun zombie. Bentuk game ini ada yang berbentuk fighting game (pertandingan adu kekuatan atau pertarungan) atau shooting game (aksi menembak). Fighting game populer di kalangan anak misalnya Teenage Mutant Ninja Turtles, Combat Fighting, Street Fighter, dan Mortal Kombat. Adapun shooting game yang sangat populer adalah Resident Evil 4 dan Grand Theft Auto.
Banyak pula game berisi muatan dewasa yang tidak pantas dikonsumsi anak. Sejumlah game bahkan mengombinasikan kekerasan dan seks. Contohnya adalah Grand Theft Auto: San Andreas. Videogame ini menyelipkan minigame bertajuk “Hot Coffe” yang menggambarkan kegiatan seksual secara eksplisit. Salah satu alasan mengapa serial ini amat sangat populer adalah justru karena adanya minigame ini!
            Tentu saja, tak semua game buruk. Banyak game yang sehat, mengandung muatan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik bagi anak. Beberapa di antaranya adalah Winning Eleven Pro Evolution Soccer 2008, Zoo Tycoon, Peanuts: It’s The Big Game Charlie Brown!, Mario Kart, Harvest Moon, Cooking Mama, Super Mario Galaxy, The Legend of Zelda: Phantom Hourglass, dan Eco Creatures: Save The Forest.
***
            Teknologi videogame berkembang amat cepat dengan harga yang semakin murah. Videogame mirip seperti handphone, dahulu hanya mampu dimiliki segelintir orang, kini menjadi barang “wajib” yang bisa dimiliki siapa pun.
            Videogame makin mudah diraih anak, seperti konsol game handheld ini. Akan semakin banyak yang mampu memilikinya, karena harganya juga relatif makin terjangkau.
            Kewaspadaan orangtua tentu diperlukan. Penggunaan game perlu diatur, apa pun bentuk alat permainannya. Lebih-lebih pada handheld, karena benda ini mudah sekali dimainkan dan bisa kapan saja dimainkan, pengaturan sejak awal harus diterapkan: kapan anak boleh memainkan, pada kesempatan apa, dan berapa lama.
            Pengawasan juga penting dilakukan dalam hal game yang dimainkan anak. Sedapat mungkin, usahakan agar anak memainkan game yang tepat untuk usianya. Ajak anak berbicara tentang muatan game. Diskusikan tentang muatan game yang baik dan buruk.
            Mau tidak mau, orangtua sendiri harus belajar banyak tentang videogame. Kebanyakan orangtua tidak memedulikan videogame dan menganggapnya hanya permainan anak-anak (apalagi, namanya “game”!). Pandangan ini sungguh harus ditinggalkan, karena game, apalagi yang berada terus-menerus di genggaman anak, bisa berdampak negatif buat anak.

Nina Mutmainnah Armando

Buat link artikel ini pada:

Artikel Sebelumnya
0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)